Kalahkan Morfin & Ganja, Nikotin Rokok Rajanya Bikin Candu

Posted: Desember 15, 2011 in Kesehatan

, Ada beberapa tingkat zat yang adiksi atau yang bisa membuat orang kecanduan, mulai yang paling ringan hingga berat. Dan nikotin dari rokok adalah biangnya alias raja dari raja zat-zat yang bikin candu.

“Berdasarkan ilmu kedokteran, ada 6 tingkatan zat yang membuat orang adiksi,” jelas dr Hakim Sorimuda Pohan, SpOG dalam acara temu media ‘Merokok Mengintimidasi HAM’ di Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta, Rabu (14/12/2011).

Berikut 6 tingkatan zat adiksi (kecanduan) berdasarkan ilmu kedokteran, yaitu:

1. Adiksi kopi, yang merupakan zat yang paling ringan penyebab adiksi
2. Adiksi marijuana atau ganja
3. Adiksi alkohol
4. Adiksi heroin
5. Adiksi morfin
6. Adiksi nikotin

“Di buku kedokteran belum ada lagi adiksi nomor 7, jadi nikotin itu biangnya adiksi, raja dari raja. Kecanduan nikotin lebih tinggi pangkatnya dari kecanduan morfin, kecanduan morfin lebih tinggi pangkatnya dari kecanduan heroin dan seterusnya,” jelas dr Hakim.

Dan jika ada orang yang menganggap bisa menetralkan kecanduan rokok dengan kopi, maka anggapan itu salah.

“Kalau menetralkan rokok dengan kopi pangkatnya jadi bintang 7, tapi belum ada rangking 7 di buku kedokteran. Nikotin tetap jadi rajanya,” tegas dr Hakim.

dr Hakim menuturkan hal ini sering tidak disadari masyarakat karena banyak yang menyangka adiksi rokok adalah adiksi yang paling ringan, padahal justru nikotin adalah raja dari raja zat yang bikin candu. Maka tak heran bila banyak perokok yang sangat berat untuk dapat berhenti merokok.

“Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menghentikan adiksi rokok,” tegas dr Hakim.

Bila dibandingkan dengan narkotik dan psikotropik yang juga membuat candu, nikotin adalah satu-satunya zat adiktif yang tetap berbahaya walaupun digunakan dengan cara pemakaian yang benar.

“Kalau narkotik digunakan dengan cara yang benar, maka bisa dipakai untuk menghilangkan rasa sakit misal saat orang akan operasi. Psikotropik juga demikian, bisa meredakan orang gangguang jiwa yang ngamuk-ngamuk. Tapi kalau nikotin, walaupun digunakan dengan cara yang benar, dibakar ujungnya yang diluar mulut bukan di dalam, lalu dihisap, itu kan sudah cara pemakaian yang benar, tapi tetap berbahaya,” tutup dr Hakim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s